Subscribe RSS

DON’T PUT ALL YOUR EGGS IN ONE BASKET

INVESTASI & STOCK INDEK FUTURES

Kemajuan teknologi informasi, telah merubah pandangan orang terhadap dunia investasi. Investasi tidak hanya dianggap sebagai salah satu komponen penunjang kegiatan bisnis tetapi telah menjadi komoditi bisnis itu sendiri. Dengan kondisi sekarang dimana terjadi ketidakstabilan dan tajamnya depresiasi rupiah, tingkat bunga rendah dan inflasi yang tinggi, serta kondisi real investasi yang kurang menarik, menyebabkan dunia usaha sulit diprediksi. Maka banyak investor yang mengalihkan investasi realnya ke produk-produk financial market seperti misalnya produk Bursa Efek, yang telah lebih dulu ada, kini investor dapat memilih alternative tambahan yaitu bursa FOREX dan INDEX FUTURES yang dapat dilakukan di seluruh dunia tanpa harus dilakukan diluar negeri.

Investasi di pasar modal dan keuangan merupakan salah satu alternatif yang dapat menghasilkan keuntungan. Setiap hari saham-saham tersebut mengalami perubahan harga yang berdampak pada harga STOCK INDEX sehingga fluktuasi ini membuka peluang bagi setiap orang untuk berinvestasi.

Stock Index merupakan indikator pasar modal yang menunjukkan tingkat harga saham yang diperdagangkan di bursa saham, contoh: NIKKEI 225 Jepang, HANG SENG 33 Hongkong, KOSPI 200 Korea. Produk inilah yang merupakan produk unggulan yang tercatat di BURSA EFEK JAKARTA. Kedepan diperkirakan akan menjadi alternatif investasi yang menguntungkan dan mengalami perkembangan yang pesat, sejalan dengan pertumbuhan dan perkembangan pasar modal dan keuangan. Kenapa demikian karena investasi di pasar modal memiliki karakteristik yang mudah, modal relative kecil dan fleksibel.


HANGSENG43 (Hongkong)

Hang Seng Index (H S I), sebagai barometer terkemuka dari harga saham "blue-chip" di Hongkong, adalah salah satu index terkenal di kawasan Asia dan telah digunakan secara meluas oleh para manager keuangan sebagai performance benchmark mereka. Terdapat 43 perusahaan pilihan yang terdapat di Hang Seng Index semuanya adalah perusahaan terkemuka dan para inverstor institusi. Sejak diperkenalkannya Hang Seng Index pada tangggal 24 November 1979, perkembangan dari Hang Seng Index dengan saham-saham terpilihnya telah merefleksikan kepentingan dari berbagai sektor industri.

Hang Seng Index, yang dihitung dengan metode "Market Capiltalization - Weighted" index terdiri dari 43 saham pilihan. Pengarus setiap saham pada indexnya berpengaruh langsung pada nilai pasarnya. Saham pilihan dengan kapitalisasi pasar yang tinggi akan mempunyai impact yang lebih besar dibandingkan dengan saham yang mempunyai kapitalisasi pasar rencah. Stocks account ini di atas 7-0% dari seluruh kapitalisasi pasar dari semua saham yang terdapat di SEHK (Stock Exchange Hongkong).

NIKKEI 225 (Tokyo)

Nihon Kaizui Simbun adalah lembaga yang diberi wewenang untuk melaksanakan Nikkei Stock Average yang berfungsi sebagai indikator pergerakan rata2 harga saham.

Nikkei 225 adalah terdiri dari 225 saham-saham blue chip yang terdaftar di papan atas bursa Tokyo sebagai index pengukur pergerakan harga saham. Metode perhitungan index Nikkei 225 menggunakan Weighted Averaged Method seperti halnya perhitungan Dowjones Index.

Pergerakan Nekkei 225 berkorelasi kuat dengan pergerakan index saham Nasdaq.

KOSPI 200 (Korea)

Pasar modal Korea saat ini tergolong aktif dan fluktuatif, menjadikan Korea dengan Kospi nya menjadi pasar Index saham terbesar di dunia. Banyak investor mancanegara ikut berpartisipasi meramaikan perdagangan bursa Indeks korea ini. Index Kospi 200 memberikan kontribusi sebesar 10% dari total transaksi bursa saham korea.

Kospi 200 adalah terdiri dari 200 perusahaan besar yang mewakili kurang lebih 70% dari keseluruhan nilai kapitalisasi pasar saham yang terdaftar di Korea Stock Exchange sebagai indikator yang mencerminkan kondisi perkonomi Korea. Perusahan hitec Samsung Electronics memberikan sumbangsih 20% dari total kapitalisasi saham Index Futures. Pergerakan naik turunnya saham Samsung besar pengaruhnya pada Kospi 200

Index Futurs KOSPI 200 mempunyai spesifikasi kontrak yang hampir mirip dengan Nikkei 200 tetapi karakter pergerakanya lebih condong mirip dengan Hang Seng 33. Hal ini mungkin disebabkan oleh adanya kesamaan metode perhitungan index menggunakan bobot kapitalisasi pasar. Kospi 200 sendiri lebih banyak korelasinya dengan saham-saham Asia.